SKRIPSI

Penulis / NIM
YOLANDA RINA / 231410133
Program Studi
S1 - PENDIDIKAN SEJARAH
Pembimbing 1 / NIDN
Drs. SURYA KOBI, M.Pd / 0022065705
Pembimbing 2 / NIDN
SUTRISNO MOHAMAD, S.Pd., M.Pd / 0021017405
Abstrak
ABSTRAK Yolanda Rina, Nim 231 410 133. 2010. Tradisi Batanga Raja di Kabupaten Boalemo. Dibawah bimbingan Bapak Drs Surya Kobi M.Pd dan Bapak Sutrisno Mohamad, S.Pd., M.Pd. Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; Pertama, proses pelaksanaan tradisi Batanga Raja di Kabupaten Boalemo. Kedua, Pandangan Masyarakat tentang tradisi Batanga Raja di Kabupaten Boalemo. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian kualitatif menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder dimana sumber data primer merupakan data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan-informan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui dokumentasi, arsip dan lain-lain. Untuk mendukung penelitian kualitatif, agar penelitiannya bersifat akurat maka dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan untuk memperoleh data yang lebih akurat lagi maka dilakukan analisis data, dimana diawali dengan proses pengumpulan data dan dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menyimpulkan; Pertama, Tradisi Batanga Raja di Kabupaten Boalemo merupakan tradisi yang sering dilakukan setiap tahun sekali dan mempunyai nilai-nilai yang masih dilestarikan dari dulu sampai sekarang. Dalam pelaksanaan tradisi Batanga Raja ini adalah Doa Batanga Raja dimana Doa yang sering dilakukan merupakan ucapan syukur kepada pemipin pada saat Boalemo dijadikan daerah yang mampu berdiri sendiri. Selain itu juga Doa Batanga Raja dilakukan untuk meminta kepada Allah Swt agar daerah Boalemo dan seluruh masyarakatnya agar terhindar dari segala macam musibah dan pertentangan. Kedua, pandangan masyarakat mengenai tradisi Batanga Raja bahwa pelaksanaannya harus sering dilakukan dan dilaksanakan bahkan tradisi tersebut harus dilakukan bersifat nasional. Selain itu bahwa tradisi tersebut wajib untuk selalu dipertahankan karena dengan adanya tradisi Batanga Raja dimana masyarakat Boalemo akan mengerti dengan apa yang menjadi sejarah bagi kerajaan Boalemo dan seharusnya harus dipertahankan dan dilesatarikan. Pemerintah juga bersyukur bahwa tongkat Batanga Raja yang merupakan tongkat dimana dengan adanya tongkat tersebut sejarah Boalemo mampu untuk menjadi kerajaan sendiri pada waktu itu. Oleh Karena itu pemerintah selalu berharap agar pelaksanaan tradisi Batanga Raja tersebut selalu dipertahankan dan dapat dilestarikan, oleh karena itu pihak pemerintah agar memberikan sumbangsih dalam pelaksanaan tradisi Batanga Raja. Sedangkan sebahagian masyarakat yang berperan dalam pelaksanaan doa Batanga Raja memberikan pandangan dengan adanya doa Batanga Raja yang dilakukan tepatnya pada tanggal 28 Muharam dapat mengingatkan bagaimana perjuangan untuk dapat menjadikan Kerajaan Boalemo agar bisa berdiri sendiri. Kata Kunci: Tradisi Batanga Raja
Download FILE

ARSIP

2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011