SKRIPSI

Penulis / NIM
SURYANI I. MOOLANGGATO / 281409096
Program Studi
S1 - SOSIOLOGI
Pembimbing 1 / NIDN
RIDWAN IBRAHIM, S.Pd., M.Si / 0012067107
Pembimbing 2 / NIDN
YOWAN TAMU, MA / 0006087704
Abstrak
ABSTRAK SURYANI I MOLANGGATO, 281 409 096, Modernisasi Desa Dalam Pelaksanaan Budaya Khitanan di Desa Isimu Selatan, Kec Tibawa, Kab Gorontalo. Sampai sekarang, masyarakat masih mempercayai bahwa seorang anak bila tiba waktunya, harus menjalani salah satu upacara siklus dalam hidupnya berupa khitan untuk menandai bahwa anak tersebut sudah menginjak dewasa, bertanggungjawab dan telah akil balig. Tradisi khitan bagi kebanyakan masyarakat telah mengalami serangkaian pergeseran tujuan dan hakikat khitan. Masuknya adat istiadat setempat merupakan salah satu faktor penyebab pergesaran dimaksud. contohnya masyarakat Isimu Selatan, khitan dimeriahkan dengan sisingaan dan hiburan. Hal ini menandai suatu peristiwa penting dalam kehidupan sebuah keluarga. Akibatnya, praktik khitan sebagaimana dianjurkan oleh agama Islam telah bercampur dengan adat istiadat setempat yang kadangkala diimbuhi dengan mitos tertentu. Tradisi ini masih terus dijaga, meskipun dalam praktik khitan satu keluarga dengan keluarga yang lain dalam rentang waktu yang tak terpaut lama, namun bentuk pelaksanannya berbeda satu sama lain dan bagi keluarga yang paham terhadap tuntunan Nabi saw. semakin kecil kemungkinan adanya unsur mitos dalam praktik mengkhitankan anaknya. Sebaliknya, unsur mitos dalam tradisi khitan menguat pada keluarga yang kurang memahami esensi Sunnah Nabi saw. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasikan masalah yang menjadi kajian penelitian ini: pertama, bagaimana tradisi khitan di Desa Isimu Selatan, Kec. Tibawa, Kab. Gorontalo. Kedua, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tradisi khitan yang dilaksanakan di Desa Isimu Selatan, Kec. Tibawa, Kab. Gorontalo. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penyusun melakukan penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Desa Isimu Selatan, terhadap beberapa keluarga yang telah melangsungkan khitan pada anaknya, Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam kepada orang tua yang mengkhitankan anaknya, juru khitan, tokoh masyarakat dan pengamatan penyusun terlibat pada waktu upacara khitan tersebut dilaksanakan. Sedangkan untuk mengetahui kesesuaiannya dengan tuntunan Nabi saw. digunakan kajian literer, lalu menilai beberapa indikator di atas dengan praktik khitan yang diamati di lapangan. Kesimpulan yang diperoleh adalah tradisi khitan di Desa Isimu Selatan. Sedangkan upacara tetesan yang ada hanya prosesi rasulan. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat mendapat sosialisasi tentang praktik khitan yang sesuai dengan tuntunan Nabi saw. melalui penyuluhan, media massa dan penerbitan secara kontinu perlu dilakukan, Sehingga perayaan khitan oleh adat dan budaya setempat tetap berjalan tanpa diiringi dengan mitos. Kata Kunci : modernisasi desa dalam pelaksanaan budaya khitanan
Download FILE

ARSIP

2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011