SKRIPSI

Penulis / NIM
NI WAYAN SUSILAWATI / 411410010
Program Studi
S1 - PENDIDIKAN MATEMATIKA
Pembimbing 1 / NIDN
Prof. Dr. SYAMSU QAMAR BADU, M.Pd / 0003066007
Pembimbing 2 / NIDN
KHARDIYAWAN A Y PAUWENI / 0006118601
Abstrak
ABSTRAK Ni Wayan Susilawati, 2014, Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) Pada Materi Geometri. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd dan pembimbing II Khardiyawan A. Y. Pauweni, S.Pd.M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada materi geometri di kelas X SMA Negeri 1 Limboto. Hipotesis penelitian adalah jika guru menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada kelas X di SMA Negeri 1 Limboto pada mata pelajaran matematika pokok bahasan geometri maka, hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X MS-2 SMA Negeri 1 Limboto. Jumlah siswa yang diberikan tindakan selama penelitian sebanyak 29 orang siswa, terdapat 8 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan dalam pengambilan selama penelitian yaitu: (1) lembar pengamatan aktivitas guru, (2) lembar pengamatan aktivitas siswa, dan (3) tes essay yang digunakan untuk melihat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di akhir siklus. Pada siklus I siswa yang tuntas hanya 51,7% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 48,3%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II siswa yang memperoleh ketuntasan belajar 89,7% siswa dinyatakan tuntas, sedangkan siswa yang tidak tuntas 10,3% sehingga hasil tes pemecahan masalah matematika siswa meningkat dan mencapai standar ketuntasan. Selain dari kemampuan pemecahan masalah matematika terdapat peningkatan juga pada aktivitas belajar dikelas baik dari aktivitas guru maupun aktivitas siswa. (1) Aktivitas guru pada kegiatan belajar mengajar pada siklus I dari 17 aspek yang diamati terdapat 3 aspek yang memperoleh kriteria Sangat Baik dan 10 aspek memperoleh kriteria penilaian Baik. Pada siklus II meningkat menjadi 100% yaitu 6 aspek memperoleh kriteria Sangat Baik dan 11 aspek memperoleh kriteria Baik. Dengan demikian kriteria ketuntasan aktivitas guru telah tercapai. (2) Aktivitas siswa pada kegiatan belajar mengajar pada siklus I dari 13 aspek yang diamati terdapat 1 aspek yang memperoleh kriteria penilaian Sangat Baik dan 9 aspek memperoleh kriteria Baik. Pada siklus II meningkat menjadi 90,9% dengan rincian sebagai berikut: 3 aspek memperoleh kriteria penilaian Sangat Baik dan 9 aspek memperoleh kriteria penilaian Baik. Dengan demikian kriteria ketuntasan aktivitas siswa telah tercapai. Hasil pengujian menunjukan bahwa model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMA kelas X pada materi geometri Kata kunci : Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Kemampuan Pemecahan Masalah, Matematika
Download FILE

ARSIP

2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011