SKRIPSI

Penulis / NIM
ANGGI IMANSYAH DAMANIK / 551308004
Program Studi
D3 - ARSITEKTUR
Pembimbing 1 / NIDN
HARLEY RIZAL LIHAWA, ST., MT / 0011107209
Pembimbing 2 / NIDN
HERYATI, S.T., M.T. / 0012017106
Abstrak
ABSTRAK Nama : Anggi Imansyah Damanik Nim : 551 308 004 Judul T.A : OBJEK WISATA TANJUNG KRAMAT GORONTALO Pembimbing : 1. Harley R. Lihawa, ST.,MT 2. Heryati, ST.,MT Definisi OBJEK WISATA TANJUNG KRAMAT GORONTALO  Objek : Didefinisikan sebagai konsep, abstrak atau benda dengan batasan dan arti untuk suatu masalah. Objek adaah semua yang berada disekitar kita, semua hal dapat dianggap objek. Pohon dapat dilihat sebagai kelas atau kelas abstrak dimana mempunyai objek seperti pohon mangga, pohon pisang, dan lain-lain (Soebroto, 1998::423)  Wisata : Adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu tertentu (Soebroto, 1998:423)  Tanjung : Tanah (ujung) atau pegunungan yang menganjur ke laut (ke danau). Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, atau daratan yang dikelilingi oleh laut di ketiga sisinya. Tanjung yang luas disebut semenanjung.  (http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2b/Cape_of_Good_Hope.jp)  Keramat : Suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepda Tuhan (orang yang bertakwa) suci dan bertuah yang dapat memberikan efek magis dan psikologis kepada pihak lain / barang atau tempat suci (kamus besar Bahasa Indonesia 1998)  Di : Kata penghubung yang menyatakan ada pada suatu tempat (kamus besar Bahasa Indonesia 1998)  Gorontalo : Merupakan salah satu provinsi yang ada di Sulawesi, yang nantinya akan dijadikan lokasi objek perancangan (kamus besar Bahasa Indonesia 1998)  Fungsi dan Kegiatan Mencermati pengertian yang dikemukakan tadi jelas fungsi objek yaitu sebagai tempat wisata yang menawarkan berbagai macam kekayaan alam bahari dengan kepariwisataannya sehingga objek mampu menghadirkan efek fungsional. Manfaat pengembangan Objek Wisata Tanjung Kramat :  Pengunjung � Mendapat kepuasan dari fasilitas yang ada � Mendapat kesegaran jasmani dan rohani dengan melakukan kegiatan wisata pantai � Memperoleh wawasan tentang kehidupan laut � Mempunyai kenangan terhadap suasana pantai  Masyarakat Setempat � Membuka lapangan kerja baru � Menambah pengalaman  Pemerintah Kabupaten � Sarana promosi kepariwisataan � Meningkatnya PAD Adapun pelaku yang biasa dilakukan pada objek rancangan ini yaitu: 1. Pengunjung Yaitu orang-orang yang datang untuk jangka waktu tertentu untuk mendapatkan kesenangan dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. 2. Pedagang Yaitu orang-orang dengan tujuan menawarkan barang dan atau jasa kepada pengunjung sebagai profesinya. 3. Pengelola Yaitu orang-orang yang terhimpun dalam badan yang bertanggungjawab atas keberadaan, kelestarian, pemaliharaan dan pengembangan obyek wisata.  Lokasi Objek wisata tanjung kramat gorontalo Objek wisata ini memiliki luas sekitar 1,35 ha. Terbagi atas satu perkampungan yaitu desa Tanjung Kramat di bagian timur. Dengan kondisi wilayah yang berada pada keringgian 0 - 50 mdpl dan letaknya didekat Garis katulistiwa menjadikan daerah ini mempunyai suhu udara yang cukup panas. Suhu minimum yaitu berkisar antara 22,60 C sampai dengan 24,00. Suhu maksimum tahun 2007 pada siang hari berkisar antara 30,90 C - 33,50 C, mempunyai kelembaban udara relative tinggi, rata-rata kelembabannya mencapainya 80,17 persen. Sedangkan curah hujan sebanyak 24 hari. Keadaan angin pada tahun 2007 yang tercatat pada stasiun meteorology umumnya merata disetiap bulannya, yaitu berkisar antara 10 hingga 16 Knot.  Aspek Site dan Lingkungan Provinsi Gorontalo terletak antara 0 19' - 1 15' Lintang Utara dan 121 23' - 123 43' Bujur Timur. Wilayah provinsi ini berbatasan langsung dengan dua provinsi lain, diantaranya Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah Barat dan Provinsi Sulawesi Utara di sebelah Timur. Sedangkan di sebelah Utara berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan di sebelah Selatan dibatasi oleh Teluk Tomini. Luas Provinsi Gorontalo secara keseluruhan adalah 11.967,64 km. Jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia, luas wilayah provinsi ini hanya sebesar 0,63 persen. Provinsi Gorontalo terdiri dari 5 (lima) kabupaten dan 1 (kota), yaitu Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo.  Existing Condition Kondisi existing objek wisata tanjung kramat terletak di daerah pemukiman penduduk dengan luas sekitar 1,35 ha. Dengan kondisi wilayah yang berada pada ketinggian 0 - 50 mdpl dan letaknya berupa tanjung sekitar 500 m kearah laut menjadikan daerah ini mempunyai suhu udara yang cukup panas. Suhu minimum yaitu berkisar antara 22,60 C sampai denga24,00. Dengan batas - batas wilayah tapak yaitu sebelah Utara Berbatasan dengan Gunung Selatan Berbatasan dengan Teluk Tomini, timur Berbatasan dengan Kelurahan Pohe, sebelah barat Berbatasan dengan Desa Bongo. Gambar 3.1 Exsisting Condition Desa Tanjung Kramat yang jarak dari jalan utama ke lokasi berjarak 1 km. Pada bagian timur site terdapat jalan yang difungsikan sebagai jalan bagi pengunjung. Bagian tengah dan bagian barat site terdapat jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan beroda empat dan beroda dua. Diarea site terdapat fasilitas umum berupa mesjid, tanah lapang, kantor lurah dan dekat dari area pemukiman penduduk. Dengan kondisi site seperti ini kita hanya perlu mempertahankan fasilitas umum seperti mesjid karena dalam desain wisata tanjung keramat masjid adalah merupakan fasilitas penunjang.  Pencapaian Tapak Satu-satunya pencapaian ke dalam tapak yaitu melalui jalan perkampungan Desa Tanjung Kramat yang jarak dari jalan utama ke lokasi berjarak 1 km. Pada bagian timur site terdapat jalan yang difungsikan sebagai jalan bagi pengunjung. Bagian tengah dan bagian barat site terdapat jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan beroda empat dan beroda dua.  Klimatologi Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Dengan kondisi wilayah Provinsi Gorontalo yang letaknya didekat garis khatulistiwa, menjadikan daerah ini mempunyai suhu udara yang cukup panas. Suhu minimum terjadi di bulan Februari yaitu 23,0 oC. Sedangkan suhu maksimum terjadi di bulan Maret dengan suhu 33,9 oC. Jadi pada tahun 2010, suhu udara rata-rata Provinsi Gorontalo berkisar antara 24,4 - 28,0 oC. Provinsi Gorontalo mempunyai kelembaban udara yang relatif tinggi, rata-rata kelembaban pada tahun 2010 mencapai 83,5 persen.Sedangkan untuk curah hujan tertinggi terdapat di bulan Mei dengan 378 mm, tetapi jumlah hari hujan terbanyak ada pada bulan Juli sebanyak 22 hari. Rata-rata kecepatan angin pada tahun 2010 yang tercatat distasiun meteorologi umumnya merata untuk setiap bulannya, yaitu berkisar antara 1,0 - 3,0 m/detik.  Analisa Topografi Berdasarkan hasil survey, site berada pada lahan yang berkontur dimana kondisi tanah keras. Dengan kondisi lahan yang demikian, maka dalam perencanaan pembangunan membutuhkan adanya pemerataan untuk lahan-lahan yang membutuhkan pemerataan.  Penzoningan Pembagian zoning didalam tapak dibagi menjadi beberapa bagian antara lain : area public (amphiteater, gazebo), semi public (kantor pengelola, fasilitas restoran dan coffee shop), privat (penginapan dan cottage), serta area service. Sumbu utama ditempatkan pada bagian tengah tapak dimana merupakan area publik, semi publik, dan privat. Dari pintu masuk kelokasi wisata pengunjung dapat melihat pemandangan laut yang menjadi view utama Kawasan Objek Wisata Tanjung Kramat. Massa bangunan diletakan berdasarkan pengelompokan kegiatan atau zoning yang terjadi dan juga dengan mempertimbangkan sirkulasi yang ada, antara lain untuk daerah yang dekat dengan area tingkat bising yang tinggi diletakan bangunan yang tidak mengutamakan ketenangan seperti bangunan kantor pengelola, Serbaguna dan bangunan service. Sedangkan bagian yang paling ujung atau yang paling tenang dimanfaatkan untuk sarana penginapan yang membutuhkan ketenangan. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang dipertimbang dalam penzoningan pada lokasi tapak dan penyesuaian dengan bentuk tapak maka pola yang cocok untuk dikembangkan pada Kawasan Objek Wisata Tanjung kramat adalah Pola Radial. PENUTUP  KESIMPULAN Fasilitas Penunjang di Objek Wisata Tanjung Kramat Gorontalo merupakan suatu wadah yang diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat yang bertujuan menampung segala aktifitas masyarakat, khususnya para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung dan ingin menghirup udara segar ke Perbukitan tanjung kramat, sekaligus juga menyediakan sarana dan prasarana rekreasi yang menunjang keberadaan fasilitas ini sebagai suatu komoditi yang bersifat rekreatif dan komersial. Pada kawasan ini perancangan yang diterapkan lebih ditekankan pada konsep perancangan, analisa-analisa yang membantu pembangunan proyek, perletakan tata massa, sirkulasi, bagian-bagian interior, struktur dan bahan bangunan hingga ke bagian landsekap atau bagian eksterior. yang nantinya akan diaplikasikan pada Perancangan Fasilitas Penunjang di Objek Wisata Tanjung Kramat Gorontalo, dengan meninjau rumusan masalah yang muncul pada Kawasan ini. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi suatu sarana penunjang bagi keberadaan wisata pantai. Sehingga para wisatawan yang datang tidak hanya menonton indahnya daerah perbukitan yang belum dicemari polusi saja tapi juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh objek wisata ini. Pada akhirnya Kawasan Objek Wisata Tanjung Kramat Gorontalo ini diharapkan semoga dapat menciptakan suatu terobosan yang inovatif dalam menunjang keberadaan wisata pantai pada objek wisata ini.  Saran Pembangunan Objek Wisata Tanjung Kramat Gorontalo sebaiknya tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan menghabiskan waktu liburan, tetapi juga kita harus merencanakan lingkungan agar penghuninya merasa nyaman dan pembangunan ini dapat bermanfaat untuk kelanjutan hidup kedepan.
Download FILE

ARSIP

2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011