SKRIPSI

Penulis / NIM
ANGGUN DWI SEPTIANY BOKINGS / 821412089
Program Studi
S1 - FARMASI
Pembimbing 1 / NIDN
Dr. TETI SUTRIYATI TULOLI, S.Farm. M.Si. Apt / 0020028004
Pembimbing 2 / NIDN
MADANIA, S.Farm., M.Sc., Apt / 0018058304
Abstrak
ABSTRAK Anggun Dwi Septiani Bokings. 2016. Analisis Efisiensi Pengelolaan Obat Pada Tahap Pengadaan Di Instalasi Farmasi RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Tahun 2015. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, S.Si., M.Si., Apt dan Pembimbing II Madania, S.Farm., M.Sc., Apt. Pengelolaan obat merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang meliputi beberapa tahapan salah satunya tahap pengadaan. Tahap pengadaan merupakan salah satu tahapan yang sangat penting yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan obat di instalasi farmasi rumah sakit. Hasil observasi awal menunjukkan adanya beberapa permasalahan dalam pengadaan obat di instalasi farmasi RSUD Dr. M.M Dunda Limboto. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efisiensi pengelolaan obat pada tahap pengadaan yang meliputi persentase modal dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan, persentase alokasi dana pengadaan obat, persentase jumlah item obat yang diadakan dengan yang direncanakan, frekuensi pengadaan obat tiap item obat, frekuensi kesalahan faktur dan frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit terhadap waktu yang disepakati. Adapun metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospectif. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengumpul data dan diolah secara kuantitatif disertai wawancara dengan pihak terkait. Kemudian data tersebut diukur efisiensinya menggunakan indikator Depkes, Pudjaningsih dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase modal dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan sudah efisien yaitu (100%), persentase alokasi dana pengadaan obat di RSUD Dunda belum efisien yaitu (13,82%), persentase jumlah item obat yang diadakan dengan yang direncanakan belum efisien yaitu (67%), frekuensi pengadaan obat tiap item obat termasuk dalam kategori rendah yaitu (2,78 kali), Frekuensi kesalahan faktur di instalasi farmasi RSUD Dr. M.M Dunda Limboto sudah efisien yaitu (1,72%) dan frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit terhadap waktu yang disepakati belum efisien yakni (10,45 hari). Kata Kunci: Efisiensi, Pengadaan Obat, IFRS Dunda ABSTRACT Anggun Dwi Septiani Bokings. 2016. Analysis Efficiency Drugs Management Of Procurement Phase in The Pharmacy Installation of Dr. M.M Dunda Limboto Hospital in Periode 2015. Skripsi, Studi Programs S1, Department of Pharmacy, Faculty of Sport and Health, Gorontalo State University. Supervisor I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, S.Si., M.Si., Apt and Supervisor II Madania, S.Farm., M.Sc., Apt. Drug Management is one facet of the hospital management that includes several stages one of which stage of procurement. Stages of procurement is one very important stage that is carried out to meet the needs of the drug in hospital pharmacy installation. Result of preliminary observations showed the existence of some problems in the procurement in hospital pharmacy Dr. M.M Dunda Limboto. The purpose of this study is to analyzed the efficiency of the management of drug procurement phase which includes percentage of available capital funds with total funds needed, the percentage allocation funds procurement of drugs, the percentage of the amount of drug items held with the planned procurement of drugs, the frequency of each item of drug, frequency invoicing error and the frequency of delayed payment by the hospital to the agreed time. The method of this study use descriptive design with cross sectional approach retrospectively. Data were collected using a data collecting sheets and analyzed quantitatively accompanied interviews with relevant parties. The data is then measured using indicators efficiency of Depkes, Pudjaningsih and WHO. The results showed that the percentage of available capital funds with total funds needed is efficient is (100%), the percentage allocation funds procurement of drugs in hospital pharmacy Dr. M.M Dunda not been efficient is (13,82%), the percentage of the amount of drug items held with the planned procurement of drugs not been efficient is (67%), , the frequency of each item of drug included in the category of drugs is low (2.78 times), frequency invoicing error in hospital pharmacy Dr. M.M Dunda is efficient is (1.72%) and the frequency of delayed payment by the hospital to the agreed time have not been efficient (10,45 days). Keywords: Efficiency, Drug Procurement, IFRS Dunda
Download berkas

ARSIP

2024
Skripsi tahun 2024
2023
Skripsi tahun 2023
2022
Skripsi tahun 2022
2021
Skripsi tahun 2021
2020
Skripsi tahun 2020
2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011