KARYA ILMIAH

Pengarang
Nurdin
Subjek
- Pertanian
Abstrak
Penelitian menyimpulkan bahwa harkat kualitas lahan di daerah penelitian lebih didominasi cukup baik, sementara kualitas lahan yang baik dan kualitas lahan yang buruk relatif lebih sedikit secara berurutan, tanpa adanya kualitas lahan yang sangat baik di daerah penelitian. Kualitas lahan sebagai faktor yang mengontrol produktivitas jagung lokal adalah bahaya erosi, hara tersedia, media perakaran, penyiapan lahan, ketersediaan oksigen, dan retensi hara. Kualitas lahan yang mengontrol produkvitas jagung komposit adalah retensi hara, media perakaran, penyiapan lahan, dan hara tersedia. Kualitas lahan yang mengontrol produktivitas jagung hibrida adalah media perakaran, penyiapan lahan, bahaya erosi, hara tersedia, dan retensi hara. Kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman jagung lokal, komposit dan jagung hibrida yang diperoleh lebih sedikit dan relatif spesifik lokasi berbasis karakteristik dan kualitas lahan serta produktivitas yang dicapai. Kriteria kesesuaian lahan untuk jagung lokal terdiri dari: bahaya erosi, hara tersedia, media perakaran, penyiapan lahan, ketersediaan oksigen, dan retensi hara. Sementara kriteria kesesuaian lahan untuk jagung komposit terdiri dari: retensi hara, media perakaran, penyiapan lahan, dan hara tersedia. Sedangkan kriteria kesesuaian lahan untuk jagung hibrida terdiri dari: media perakaran, penyiapan lahan, bahaya erosi, hara tersedia, dan retensi hara. Kesesuaian lahan untuk TPL jagung lokal input rendah dominasi sesuai marjinal, TPL input sedang dan TPL input tinggi sudah didominasi sangat sesuai. Sementara Kesesuaian lahan untuk TPL jagung komposit dan TPL hibrida input rendah dominasi sesuai marjinal, TPL input sedang cukup sesuai dan TPL input tinggi sudah didominasi sangat sesuai. Prioritas utama pengembangan jagung lokal berdasarkan sebaran lahan terluas adalah Kecamatan Mootilango, Asparaga, Boliyohuto, Tolangohula dan Kecamatan Bilato. Pada prioritas kedua tersebar di Kecamatan Mootilango, Asparaga, Bilato, Boliyohuto, dan Kecamatan Tolangohula. Prioritas utama pengembangan jagung komposit berdasarkan sebaran lahan terluas adalah Kecamatan Asparaga, Bilato, Boliyohuto, Tolangohula dan Kecamatan Mootilango. Pada prioritas kedua tersebar di Kecamatan Mootilango, Boliyohuto, Tolangohula, Bilato dan Kecamatan Asparaga. Prioritas utama pengembangan jagung hibrida berdasarkan sebaran lahan terluas adalah Kecamatan Asparaga, Boliyohuto, Mootilango dan Kecamatan Bilato. Pada prioritas kedua tersebar di Kecamatan Mootilango, Asparaga, Bilato, Boliyohuto dan Kecamatan Tolangohula.
Penerbit
Universitas Brawijaya
Kontributor
Nurdin
Terbit
2020
Tipe Material
DISERTASI
Identifier
-
Right
-
Berkas ini telah didownload sebanyak 52 kali
Download