PENELITIAN

Peneliti
Syahrizal Koem
Jenis Penelitian
Penelitian Dasar
Sumber Dana
PNBP/BLU
Abstrak
Upaya mengurangi dampak kekeringan akan terus dilakukan pemerintah dan masyarakat tidak terkecuali di Gorontalo, khususnya dalam mengatasi pasokan air untuk tanaman pangan. Salah satu komoditas pangan unggulan di Gorontalo adalah jagung dan Kabupaten Gorontalo menjadi daerah sentra produksi (Sumarno et al., 2015). Oleh karena itu, analisis dampak kekeringan masukan dalam perencanaan di sektor petanian disebabkan sektor pertanian salah satu yang paling membutuhkan air untuk tanaman melalui sistem irigasi. Selain itu, mengingat bahwa Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu lumbung padi dan jagung, dengan jumlah produksi padi tertinggi mencapai 153.515 ton, sedangkan produksi jagung berada di urutan kedua dengan jumlah produksi mencapai 142.863 ton. Melibatkan pengaruh faktor iklim dalam menilai dampak yang ditimbulkan pada setiap fase pertumbuhan tanaman jagung, kita dapat mengetahui potensi peningkatan penurunan produksi jagung. Salah satu model tanaman yang digunakan untuk menilai pegaruh lingkungan terhadap produksi tanaman yaitu AquaCrop. Menurut FAO AquaCrop mensimulasikan respons hasil tanaman terhadap air dan sangat sesuai untuk kondisi di mana air merupakan faktor pembatas utama dalam produksi tanaman. Agar dapat diterapkan secara luas, AquaCrop hanya menggunakan sejumlah kecil parameter eksplisit dan sebagian besar variabel input intuitif yang membutuhkan metode sederhana untuk penentuannya. Selain itu, prosedur perhitungan didasarkan pada proses biofisik dasar dan seringkali kompleks untuk menjamin simulasi yang akurat dari respon tanaman dalam sistem tanah tanaman.
Berkas ini telah didownload sebanyak 8 kali
Download