SKRIPSI

Penulis / NIM
HARIANA LASAHINDA / 231408018
Program Studi
S1 - PENDIDIKAN SEJARAH
Pembimbing 1 / NIDN
Dra. Hj. TRISNOWATY TUAHUNSE, M.Pd / 9900982738
Pembimbing 2 / NIDN
Dra. RESMIYATI YUNUS, M.Pd / 0003126215
Abstrak
Hariana Lasahinda. Nim. 231408018. Kerajaan Bintauna ( Kajian Historis 1901 - 1950 ). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana Kerajaan Bintauna dan system pemerintahannya . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti dalam hal ini berfungsi sebagai sebagai istrumen utama yang melakukan pengamatan secara lansung terhadap masalah yang diteliti. Analisis data dilakukan pada saat melakukan pengumpulan data. Penelitian terus berlansung sampai data yang diperoleh benar-benar akurat dan tidak ditemukan lagi data yang baru terkait masalah penelitian. Srategi pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam terhadap imforman yang paling mengetahui dan kaya dengan data yang dibutuhkan dalam hal ini tokoh Masyrakat dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Kerajaan Bintauna pernah memiliki wilayah di Daerah Afdeling Gorontalo dalam kerajaan Bone-Suwawa. bahwa pada saat itu, datanglah pendatang baru ke Kerajaan Suwawa yakni Bone (Sulawesi Selatan) dan dari Bintauna (wilayah Kontroliran Bolaang Mongondow). Demikian terjadi tiga kerajaan merdeka. Bone-Suwawa dan Bintauna yang mengadakan kontrak bersama dengan VOC. Tiap kerajaan mempunyai Rajanya sendiri dan dua marsaoleh dengan gelar-gelar sendiri. Kerajaan Bintauna sudah berdiri sejak abad 17, ketika Lepeo Mooreteo (periode 1675-1720) terpilih menjadi raja yang pertama. Sejak saat itu pula kerajaan Bintauna sudah melalui beberapa periode kepemimpinan yang bertahan sampai periode raja ke- 10, yakni raja terakhirnya adalah Raja Muda Jan Rasid Datunsolang (periode 1948-1950). Pada kurun waktu antara 1901- 1950, kerajaan Bintauna mengalami suatu masa transisi dimana masa ini merupakan bagian dari proses history yang menandai berakhirnya sistim pemerintahan kerajaan Bintauna dan kemudian beralih kesistim pemerintahan demokrasi, sebagai salah satu bagian wilayah administrative Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu Kecamatan Bintauna ( Desember 1950 ). Setelah Bolaang Mongondow terbagi kedalam dua wilayah kabupaten utara dan selatan, serta dideklarasikan berdirinya kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang diresmikan pada tanggal 25 Mei 2007, maka Kecamatan Bintauna menjadi bagian dari kabupaten Bolaang Mongondow Utara sampai sekarang. Kata kunci : Kerajaan Bintauna
Download berkas

ARSIP

2024
Skripsi tahun 2024
2023
Skripsi tahun 2023
2022
Skripsi tahun 2022
2021
Skripsi tahun 2021
2020
Skripsi tahun 2020
2019
Skripsi tahun 2019
2018
Skripsi tahun 2018
2017
Skripsi tahun 2017
2016
Skripsi tahun 2016
2015
Skripsi tahun 2015
2014
Skripsi tahun 2014
2013
Skripsi tahun 2013
2012
Skripsi tahun 2012
2011
Skripsi tahun 2011