Penulis / NIM
AYU FATMAWATY NASIR / 281410061
Program Studi
S1 - SOSIOLOGI
Pembimbing 1 / NIDN
FARID TH MUSA, S.Sos, MA / 0010116712
Pembimbing 2 / NIDN
FUNCO TANIPU, M.A / 0012068105
Abstrak
ABSTRAK
Ayu Fatmawaty Nasir. Nim 281 410 061."Pola Penggunaan Lahan" Skripsi, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. 2015. Dibawah bimbingan bapak Farid Th. Musa., S.Sos., MA selaku Pembimbing 1 dan bapak Funco Tanipu ST., MA selaku Pembimbing II. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses penguasaan lahan empang oleh masyarakat Bugis dan juga bagaimana solidaritas masyarakat terkait penguasaan empang di Desa Pelambane Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data berasal dari informan sebagai sumber primer yang berjumlah 20 orang yang tau pasti tentang masalah penelitian yang diteliti. Analisis data adalah analisis kualitatif dengan langkah mereduksi data, penyajian data dan terakhir menarik kesimpulan.
Berdasarkan data hasil temuan dilapangan bahwa proses penguasaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Bugis yaitu: pertama, Adanya Pembagian Lahan oleh Pemerintah Desa kepada Masyarakat. Yakni masyarakat diberikan lahan yang dulunya masih hutan dua hektar per orang. Dua, penjualan lahan oleh masyarakat Gorontalo kepada Masyarakat Bugis. Hal ini karena kebanyakan masyarakat Gorontalo memang tidak tahu cara mengolah empang sehingga mereka menjual lahan tersebut kepada masyarakat Bugis. Tiga, Kinerja masyarakat Bugis yang sedikit berbeda dengan masyarakat Gorontalo. Misalnya, kinerja masyarakat Gorontalo yang berstatus sebagai petani hanya memiliki kemampuan untuk bisa bekerja di lahan kering saja, berbeda dengan masyarakat bugis yang sudah terbiasa dengan lahan basah (becek). Oleh karena itu masyarakat Gorontalo menjual lahannya. Terjadinya penguasaan lahan oleh masyarakat Bugis tersebut karena beberapa faktor yakni, karena tuntutan pekerjaan, ekonomi dan juga pelibatan kawin-mawin. Meskipun Desa pelambane terdiri dari beberapa macam suku, tetapi solidaritas mereka sangat tinggi. Jika pada daerah-daerah lain penguasaan tanah menimbulkan sebuah konflik. Namun di Desa Pelambane justru sebaliknya. Mereka saling membantu antar sesama, dan sangat kompak dalam melakukan hal apapun.
Kata kunci: "Pola, Penggunaan, Lahan"
Download berkas