Penulis / NIM
KRISNIAWATI / 921416012
Program Studi
S1 - AKUNTANSI
Pembimbing 1 / NIDN
Dr. SAHMIN NOHOLO, SE, MM / 0017066704
Pembimbing 2 / NIDN
MULIYANI MAHMUD, S.Pd, MSA / 0014068503
Abstrak
ABSTRAK
Krisniawati. 921 416 012. 2020. Faktor-Faktor Penyebab Kredit Bermasalah Pada Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL) Di PT Taspen (Persero) Cabang Gorontalo. Skripsi Program Studi S1 Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Gorontalo. Dibawah bimbingan Bapak Sahmin Noholo, SE., MM selaku pembimbing I dan Ibu Muliyani Mahmud, S.Pd., MSA selaku pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kredit bermasalah yang terjadi pada PT Taspen (Persero) Cabang Gorontalo. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab kredit bermasalah dari pihak debitur yaitu Itikad tidak baik debitur, menurunnya usaha debitur mengakibatkan turunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran, debitur tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengelola usaha, sehingga usaha debitur tidak berjalan baik, ketidakjujuran debitur dalam penggunaan kredit untuk produktif menjadi kredit konsumtif yang tidak sesuai dengan tujuan semula dalam perjanjian kredit. Kemudian yang menjadi faktor penyebab kredit bermasalah pihak kreditur yaitu kekurangmampuan petugas bank/lembaga keuangan dalam pengelolaan pemberian kredit mulai dari pengajuan permohonan sampai pencairan kredit, kelemahan dan kurang efektifnya petugas bank/lembaga keuangan membina debitur, sehingga debitur mudah memanfaatkan celah ini untuk mencoba melakukan pelanggran maupun ingkar janji (wanprestasi). Berdasarkan dari kedua faktor penyebab tersebut, yang paling mendominasi adalah debitur tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengelola usaha, sehingga usaha debitur tidak berjalan baik dengan presentase sebesar 50%.
Kata Kunci : Kredit bermasalah, Faktor-Faktor Penyebab, PKBL
Download berkas