Researcher
Devi Bunga Pagalla
Types of research
Fundamental (DP2M)
Source of funds
DP2M Dit. Litabmas
Abstract
Pupia merupakan salah satu anggota dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Pupia di Gorontalo
dikenal dengan nama “Dumbaya” yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Biji Dumbaya dipercaya
oleh masyarakat Gorontalo memiliki khasiat sebagai obat penurun demam, batuk, anti radang,
pengobatan hepar, limpa, wasir dan infeksi luka. Berdasarkan pernyataan empiris masyarakat
Gorontalo, saat ini keberadaan tanaman Dumbaya sulit dijumpai dan hanya tumbuh didalam hutan dan
memiliki musim berbuah. Dumbaya hanya dapat ditemukan di Kecamatan Atinggola, Kabupaten
Gorontalo Utara. Kulit biji yang keras dan tebal mengakibatkan tanaman Dumbaya sulit di perbanyak
secara konvensional melalui biji. Rendahnya keberhasilan perbanyakan tanaman Dumbaya secara
konvensional melalui biji dapat diatasi melalui perbanyakan secara in vitro. Penelitian ini bertujuan
untuk mengatasi kelangkaan tanaman Dumbaya yang memiliki peran penting dalam pengobatan
tradisional masyarakat Gorontalo. Melalui teknik kultur in vitro, penelitian ini fokus pada induksi kalus
dari bagian kecambah in vitro Dumbaya untuk regenerasi tanaman dalam jumlah yang besar dengan
waktu singkat. Selain itu, pendekatan ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk memproduksi
metabolit sekunder yang dapat bermanfaat dalam pengembangan produk obat dari tanaman
Dumbaya. Penelitian ini akan dilakukan selama 1 tahun yang diawali dengan perkecambahan biji
Dumbaya secara in vitro. Kecambah in vitro Dumbaya selanjutnya digunakan sebagai eksplan untuk
memulai tahap induksi kalus. Kalus yang diperoleh di subkultur untuk induksi akar dan tunas
(Organogenesis) hingga diperoleh stok planlet (bakal bibit). Tahap ekstraksi kalus untuk melakukan uji
aktivitas antibakteri (bakteri E.coli dan B.subtilis) dan analisis kandungan senyawa metabolit
sekunder. Target luaran : artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Journal of Tropical Biodiversity and
Biotechnology UGM Scopus Q3 SJR 0.19 https:// journal.ugm.ac.id/ jtbb/ index. Hasil penelitian :
Peniliatan ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Ilomata mengenai pengolahan biji
dan arillus buah Dumbaya menjadi produk kesehatan yang bernilai tinggi dipasaran. Selain itu juga
dilakukan observasi dan wawancara dengan narasumber yaitu sepasang suami- istri Penyehat
Tradisional (Hatra), yang mengungkapkan bahwa biji Dumbaya dimanfaatkan sebagai obat bisul,
demam, diare, jerawat, dan pencerah kulit, baik secara tunggal maupun dalam ramuan tradisional
seperti Mato lo Umonu. Tahapan berikutnya yaitu karakterisasi morfologi Dumbaya, yang
menunjukkan perbedaan signifikan dengan buah Gac di negara Asia lainnya, khususnya pada bentuk
buah, duri, dan daun. Selanjutnya tahap perbanyakan in vitro melalui induksi kalus menggunakan
eksplan biji, daun, dan batang muda. Diperoleh hasil bahwa eksplan biji memerlukan waktu lebih lama
untuk induksi kalus dibandingkan eksplan daun dan batang muda. Tahap akhir yaitu analisis metabolit
sekunder, dimana ditemukan 27 senyawa pada sampel arillus dan 35 senyawa pada daun Dumbaya.
Hal ini menunjukkan bahwa tanaman Dumbaya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk
obat
This files has been downloaded 8 times